Friday, November 22, 2019

Digital Marketing Memudahkan Kita Bangun “Personal Branding” yang Bombastis


Digital Marketing Memudahkan Kita Bangun “Personal Branding” yang Bombastis

Oleh : Agus Ramelan 


Pre-statement : Artikel ini ditulis untuk mengikuti  Lomba blog dalam rangka ulang tahun DomaiNesia ke-10. Kawan Blogger juga bisa ikut dengan pendaftaran klik di sini. atau klik gambar di bawah ini. Good Luck! 
#domainesia #hostingmurah #domainmurah #hostingindonesia #hostingterbaik #lombablogdomainesia #lombaseo #lombablog2019 #lombaseo2019 


Malam-malam tidur di tiker, Selamat malam para Blogger...
Benar, saya menulis postingan ini saat waktu menunjukkan sepertiga malam pertama. Hawa nya cukup panas, tidak bisa fokus menulis jika tanpa kipas. Oleh karena itu sebuah kipas mini berbetuk Doraemon tanpa henti berputar di sampingku. Begitulah suasana tempat tinggal baruku, di sebuah dengan sebutan Kota Budaya, Kota Solo. 

Mungkin kawan blogger mempunyai pertanyaan, mengapa saya pindah ke Solo? Baiklah, jika pertanyaan itu muncul maka akan kuawali nya dengan sebuah cerita. Akhir tahun lalu saya mengikuti sebuah tes bekerja. Beberapa tahap sudah saya lewati, dan tibalah saat wawancara. Jauh-jauh hari sebelumnya saya sudah mengirimkan curicculum vitae, CV. Tentu saja tidak sangat komplit, hanya beberapa poin penting saja yang saya tuliskan di CV tersebut. Kandidat nya sangat berkompeten semua, dan persaingan cukup sengit. Bahkan perlu waktu tambahan untuk menentukan siapa yang terpilih. Selama masa jeda tersebut, ternyata katanya para interviewer menelisik jejak-jejak digital para kandidat di internet. Dan benar sekali, penelusuran jejak digital di internet inilah yang menjadi salah satu pertimbangan untuk memutuskan bahwa saya lah yang diterima. How lucky I am? Beruntung sekali saya, dari zaman mahasiswa dulu saya sangat aktif menulis post di blog, artikel di media, dan feed yang positif di berbagai laman media sosial. Sehingga nama saya cukup banyak muncul di halaman pertama pencarian via google. Hhe 

Hasil pencarian dengan kata kunci nama saya "Agus Ramelan" muncul di halaman utama
Sumber : https://www.google.com/search 


Dulu saya tidak menyadari bahwa jejak-jejak digital saya dapat menjadi sebuah penentu keputusan. Sekarang saya sangat sadar bahwa jejak-jejak digital itu menjadi sebuah kekuatan besar dalam “Personal Branding”. Personal Branding merupakan sebuah proses dimana orang-orang dan karir mereka ditandai sebagai sebuah merek (Handayani, 2015). Personal Branding juga dapat dikatakan sebagai brand atau merek seseorang yang menjadi identitasnya, yang menjadi sebuah pembeda seseorang dengan orang lain. 

Tentu saja personal branding tidak tercipta secara ujug-ujug. Harus ada proses dan media dalam pembentukannya. Proses pembentukan personal branding layaknya sebuah  cara kerja brand atau merek dalam sebuah bisnis. Personal branding merupakan sebuah persepsi yang tertanam, terpelihara bahkan mendarah daging dalam benak orang lain. Sehingga yang menjadi pokok permasalahannya adalah bagaimana orang lain memandang  pribadi seseorang pada sisi yang positif dan tertarik untuk menggunakan jasa kita.


Proses Pembentukan Personal Branding 

Setidaknya terdapat tiga komponen utama yang tergabung menjadi satu, yang menjadi penentu kekuatan dari suatu personal branding, yaitu merek yang khas, merek yang relevan, dan merek yang konsisten (McNally & Speak, 2004). Pertama, merek yang khas merupakan merek yang mewakili sesuatu dan memiliki ciri khas yang menunjukkan pembeda dengan yang lain nya. Personal branding diri kita juga harus didesain sekhas mungkin. Kita bangun kemampuan dan karakter spesifik yang menunjukkan bahwa itu adalah diri kita. Kita adalah unik dan kita beda dengan yang lain. Kedua, merek yang relevan yaitu merek tersebut mempunyai keterkaitan dengan apa yang dianggap penting bagi orang lain. Relevansi ini terkait dengan objek atau target dari konsumen yang dibidik, semakin relevan maka akan muncul persepsi positif dan begitu juga senaliknya. Hal ini selaras dengan cita-cita apa yang kita inginkan kelak? Misal saya ingin menjadi seorang markerter digital, maka personal branding yang saya bangun selalu berhubungan dengan digital marketing. Sehingga pada akhirnya calon pengguna jasa langsung dapat melihat kesesuain kompetensi kita dengan pekerjaan yang mereka butuhkan.
Ketiga, merek yang konsisten merupakan sejauh mana orang menilai konsistensi sebuah merek. Dalam urusan personal branding yang cenderung terkait pada jasa, hubungan dengan konsumen sangat ekslusif sehingga jika sampai citra dari seseorang berubah-ubah maka dapat mengubah persepsi dari masyarakat atau konsumen. Hal ini bisa jadi menjadikan persepsi yang negatif bagi citra diri kita. Ketiga ketiga proses tersebut sudah terpenuhi, maka seseorang akan semakin mudah dalam membentuk personal branding yang diinginkan (Ronald Susanto, 2009). 


Pontensi Internet untuk Personal Branding 

Internet menjadi media paling ampuh saat ini untuk berbagai jenis kegiatan pemasaran. Pemasaran melalui media internet lebih dikenal dengan istilah Digital Marketing. Pada postingan di web domainesia.com, banyak dijelaskan terkait konsep dasar digital atau online marketing. Saat ini banyak sekali jalan yang dapat ditempuh, seperti melalui website, social media, marketplace, email, dan lain sebagainya. Atau juga semua cara tersebut dapat saling diintegrasikan untuk memperoleh konsep digital marketing yang optimal dan handal.

Digital marketing tidak hanya cocok untuk memasarkan sebuah produk, namun juga sangat relevan digunakan sebagai cara untuk personal branding. Saat ini menurut data dari Kementrian Komunikasi dan Informatika, pada tahun 2017 saja jumlah pengguna Internet di Indonesia sudah mencapai 112 juta orang. Posisi ini menempatkan negara kita di posisi ke – enam di dunia sebagai pengguna internet terbanyak di dunia. Terlebih jaman sekarang, teknologi internet tidak mengenal lagi istilah batas wilayah atau negara. Konten apapun yang kita upload di internet akan dapat diakses oleh seluruh masyarakat dunia. Bayangkan jika kita menggunakan bahasa global untuk melakukan personal branding di Internet? Maka secara tidak langsung kita sudah mempromosikan diri kita ke seluruh pasang mata di dunia. Bombastis, apalagi jumlah pengguna internet di dunia ini diperkirakan sudah mencapai 3,6 miliar orang.


Apa yang bisa kita lakukan untun mulai Personal Branding di Internet? 

Saya suka jika kawan-kawan sudah terpikirkan pertanyaan seperti ini. Artinya kawan semua termotivasi untuk segerak bergerak dan berubah.
Pernah dengar Gita Savitri Devi? Gita Savitri dikenal sebagai gadis Indonesia yang kuliah di jerman, aktif nulis blog, vlog di youtube, dan berbagai cuitan menarik di media sosial. Coba kawan-kawan search nama Gita Savitri di mesin pencarian, maka beberapa halaman pertama akan muncul berbagai foto, artikel, liputan, dan hal-hal terkait dengannya. Saya coba juga, dan yang pertama muncul adalah blog/website pribadi nya dengan tagline “a cup of tea”. Saya juga suka dengan keterangan tambahannya, “It’s the Will, Not the Skill”. 

Tampilan Menu "About" pada Blog Gita Savitri
Sumber : https://gitasav.com/about/ 


Gita Savitri bisa menjadi benchmarking bagi kita. Langkah pertama yang bisa kita lakukan untuk membentuk personal branding adalah membuat blog pribadi.  Blog biasa nya berisakan tulisan, video, foto, dan konten-konten yang lebih bersifat terkait dengan opini dan pengalaman pribadi. Laman ini juga termasuk blog pribadi yang sering saya gunakan untuk mencurahkan berbagai cerita kehidupan. Lebih lengkap tentang deskripsi dan panduan blog, kawan-kawan dapat mengunjungi di laman cara membuat blog profesional

Dalam tulisan pada blog, kawan-kawan harus menerapkan tiga proses utama dalam sebuah pembentukan personal branding. Posting konten secara khas, relevan, dan juga konsisten terkait diri kita dan bidang keahlian kita. Punyai sebuah target minimal 1 minggu 1 postingan. Lakukan secara konsisten selama 1 tahun. Dan jangan lupa integrasikan domain blog kita pada semua akun media sosial kita. Maka pelan tapi pasti, trafic pengunjung akan meningkat. Dan akhirnya SEO juga akan naik rating. Dan jangan lupa, saya sarankan kita untuk mempunyai domain sendiri. Hal ini akan menambah rasa kepercayaan pengunjung. 

Selanjutnya langkah yang dapat kita lakukan adalah mengoptimalkan kanal media sosial. Kita sebagai generasi milenial sudah sangat familiar dengan berbagai macam media sosial seperti facebook, youtube, twitter, LinkedIn, pinterest, dan lain sebagainya.   Sekali lagi seperti kata nya Gita Savitri, “It’s the Will, Not the Skill”. Tidak perlu skill khusus dalam penggunaan media sosial, semua dimulai dari rasa kemauan terlebih dahulu. Bulatkan tekad kita untuk konsisten memposting keunikan dan spesialisasi bidang kita di media sosial secara terus menerus. Misalnya kawan-kawan tertarik pada dunia kuliner. Lebih spesifikan lagi karena dunia kuliner masih cukup luas, misal kita ambil contoh koki yang baru viral dari Purwodadi dengan gaya “bar-bar” dalam memasak dengan semboyan “Sok Kabeh”. Personal branding yang melekat padanya adalah koki seafood dengan gaya masak yang unik. Personal branding ini melekat dan menjadi daya tarik konsumen untuk datang. 

Hasil pencarian dengan kata kunci "Koki Bar-Bar Purwodadi"
Langsung muncul di halaman utama, menunjukkan personal branding nya sangat optimal
Sumber : www.google.com/search 



Ayo Segera Kita Mulai!!! 

Seluruh komponen semesta telah mendukung, lalu apa lagi yang menghambat kita? Personal branding tidak perlu dimulai dengan biaya yang mahal dan cara yang rumit. Cukup awali dengan mebuat blog pribadi, jika ingin punya domain sendiri maka sudah tersedia penyedia jasa domain murah bahkan domain gratis. Jika ingin memanagemen dan menyimpan seluruh konten sendiri dalam sebuah server, tenang sudah ada juga penyedia layanan sewa server virtual yang sangat murah misalnya www.domainesia.com/vm. Jika kita masih perlu pengetahuan yang lebih banyak, makan berbagai panduan sudah ada dengan berbagai laman digital marketing. Satu lagi reminder kembali lagi ke pribadi kita. Ingin mulai dari sekarang atau akan tertinggal selamanya?. Selamat mencoba. 



Sumber Kutipan :
1. Arga. 2019. Panduan Online Marketing Untuk Pemula [Update 2019]. Tersedia di : https://www.domainesia.com/tips/online-marketing-untuk-pemula/ 

2. Ratna. 2019. 4 Tipe Digital Advertising yang Perlu Kamu Tahu. Tersedia di : https://www.domainesia.com/berita/contoh-iklan-digital/ 

3. Handayani, Rina. 2015. Personal Branding Pustakawan di Perpustakaan. Jurnal Pustakaloka, Vol. 7. No. 1 Tahun 2015. 

4. McNally, David. Speak, Karl D. (2004). Be Your Own Brand. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 

5. Ronald Susanto. 2009. Brand Equity yang Dibangun Melalui Personal Branding Studi Kasus: Rhenald Kasali Dengan MMUI dan Hermawan Kartajaya dengan Markplus. Universitas Indonesia.





6 comments:
Write Komentar
  1. Josss ini. Sangat bermanfaat. Semoga bisa istiqomah.

    ReplyDelete
  2. Personal branding memang perlu, terutama untuk membangun jejaring sosial. Modal sosial, selain modal materi, memberikan sumbangsih yang cukup besar dalam mencapai hal yang kita targetkan. Inspiratif sekali mas ram.

    ReplyDelete
  3. Terima kasih Mas Bas, semoga bermanfaat njih. Aamiin.


    ReplyDelete
  4. Mantap mas, postingannya sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya mengenai personal branding di jejak digital.

    ReplyDelete