Tuesday, October 22, 2019

Yuk, Milenial Kita Bentuk Startup Berbasis “Koperasi Zaman Now”

Yuk, Milenial Kita Bentuk Startup Berbasis “Koperasi Zaman Now” 

Oleh : Agus Ramelan 


Generasi Milenial 
Istilah generasi milenial dewasa ini seringkali malang melintang dibenak kita semua. Sejatinya apakah yang dimaksud dengan generasi milenial itu? Generasi milenial diidentikan dengan mereka yang lahir pada awal tahun 1980-an sampai dengan tahun 2000. Artinya generasi milenial itu adalah mereka para anak muda yang masih berumur diantara 15 – 35 tahun. Berarti dengan fakta tersebut, saya termasuk sebagai seorang yang berhak menyandang generasi milenial. Horeee!
Infografis tentang Generasi Milenial
credits : https://beritagar.id 

Sesuai release dari Kominfo, generasi milenial mempunyai beberapa fakta-fakta unik. Pertama, jumlahnya cukup fantatis yaitu mencapai 80 juta jiwa di seluruh Indonesia. Kedua, rata-rata milenial sibuk dengan gawai nya (laptop, smartphone, tablet, televisi, dan komputer) sebanyak 27 kali setiap jamnya. Ketiga, dalam konsumsi hiburan mereka menghabiskan waktu selama 18 jam perhari untuk berbagai aktivitas hiburan seperti streaming tontonan on demand, game, dan TV konvensional. Dan yang keempat, dalam aspek pemilihan pekerjaan mereka lebih interest memiliki sebuah pekerjaan yang sesuai passion dan bermakna dibandingkan faktor bayaran. Keempat sifat itulah yang menjadi ciri khas bagi para milenial

Trend Startup 
Startup, sebuah istilah baru yang mondar-mandir dibenak kita bersama. Startup merupakan sebuah istilah yang diperuntukan bagi sebuah risntisan usaha. Namun semakin kesini maka nama startup selalu disandingkan dengan sebuah rintisan usaha berbasis kemajuan teknologi informasi.  Sepertinya tidak hanya generasi milenial saja yang sering mendengarnya, para ibu-ibu penggemar sinetron pun saya yakin pernah mendengar kata Startup. Pasalnya Startup pernah viral di media televisi konvensional saat debat capres-cawapres beberapa bulan lalu. Waktu itu salah satu kandidat bertanya kepada lawan debat nya terkait istilah “unicorn” dalam sebuah perkembangan bisnis startup. Sejak saat itu unicorn menjadi perbincangan masyarakat, terlebih di media sosial. 
Icon sebuah Startup identik dengan ide-ide yang Cemerlang
credits : https://pixabay.com

Di negara kita tercinta ini, Indonesia, tren perkembangan startup melaju secara eksponesial. Jumlahnya semakin menjamur. Dan bahkan sampai beberapa kota di Indonesia sudah terdapat komunitas-komunitas para founder startup. Tentu saja kemajuan ini diakibatkan oleh berkembang pesatnya teknologi internet. Kalau dulu sempat ada istilah pemuda punya usaha itu keren, tapi sekarang sudah berevolusi menjadi “pemuda baru keren jika mempunyai startup”.

Saya Berada di tengah-tengah ekosistem Inkubasi Startup
credits : Dokumnetasi Pribadi
Saya dan seorang teman, kami merintis sebuah calon startup teknologi di bidang Internet of Things (IoT)
credits : Dokumentasi Pribadi 

Tren startup juga merasuki pribadi saya. Sejak berkuliah di salah satu kampus teknik di Bandung 2016 silam, saya sangat aktif sekali mengikuti kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan startup seperti seminar bisnis, idea pitching, inkubasi bisnis, dan perlombaan dengan hadiah hibah pendanaan ristisan usaha berbasis teknologi. Pengalaman yang menarik adalah ketika mengikuti program inkubasi rintisan usaha berbasis teknologi. Para mentor meberikan poin-poin plus dari sebuah startup. Yang paling saya ingat adalah pola manajerial dalam startup itu sifatnya flat organization. Sistem ini bersifat lebih fleksibel, versatile, dan dapat cepat diorganisasikan sesuai dengan dinamika bisnis atau perusahaan. Hal ini tentu saja sangat cocok dengan sifat para pemuda. Mereka tidak suka dikekang dan terlalu organizatoris. Mereka juga sangat dinamis dalam perkembangan dan pada akhirnya mereka melabuhkan hatinya pada startup. 

Koperasi sebagai Karakter Indonesia 
Tahun 2012 lalu, saat masih duduk di bangku sarjana, saya berkesempatan mengikuti sebuah lomba karya tulis ilmiah nasional di Universitas Negeri Padang. Lombanya sangat seru, namun yang tidak kalah seru adalah field trip nya. Salah satu destinasi field trip adalah Bukittiggi. Tepat di depan obyek wisata jam gadang, kita akan menemui sebuah gedung bernilai historis tinggi yakti Istana Bung Hatta. Beliau lah, Bapak Dr. Mohammad Hatta, menjadi sosok pahlawan idola bagi saya. Selain sebagai proklamator bangsa, Bung Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Bung Hatta dikenal sebagai sosok yang begitu intens terhadap gerakan ekonomi berbasis kerakyatan. Menurut beliau, tujuan negara adalah untuk memakmurkan rakyat dengan asas kekeluargaan dan bentuk penghasil uang yang cocok untuk Indonesia adalah sebuah usaha bersama dengan asas kekeluargaan. Prinsip usaha bersama tersebut merujuk pada sebuah bentuk usaha yaitu koperasi
Transformasi Logo Koperasi Indonesia, lebih elegant dan terkesan sangat cocok dengan selera Milenial
credits : https://id.pinterest.com 

Amanah Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 1 jelas menyebutkan bahwa koperasi menjadi tonggak utama nasional dan sebagai bagian yang terintegrasi dengan sistem perekonomian nasional. Hasil keuntungan sebuah usaha tidak hanya dinikmati oleh pemilik modal atau segelintir orang saja. Namun dalam sistem koperasi, hasil usaha dibagikan secara merata kepada semua anggota yang terdaftar. Sehingga pada akhirnya semua anggotanya dapat merasakan buahnya yang menuju pada arah peningkatan kesejahteraan. Inilah yang dimaksud bahwa prinsip kerja koperasi sebagai bagian dari karakter bagsa Indonesia.

Sartup Berbasis Koperasi sangat cocok untuk Generasi Milenial 
Generasi milenial merupakan generasi yang dinamis dan mudah dalam shifting ke arah yang lebih baik. Selaras dengan trend meningkatnya minat milenial dalam membangun startpup, sistem koperasi juga dapat dipromosikan sebagai salah satu model kinerja sebuah startup.  Tagline yang cocok bagi startup berbasis koperasi adalah “dari kita, milik kita, dan untuk kesejahteraan kita”. Artinya semua anggota merasa memiliki dan lanjut menjadi sebuah rasa cinta, dan berlanjut menjadi sebuat etos kerja yang tinggi, dan pada akhirnya menjadi sebuah prestasi kerja. Jika ditilik dari aspek kelebihannya, setidaknya ada beberapa faktor yang dapat dijadikan alasan bagi milenial untuk menerapkan sistem koperasi dalam startup mereka : 

1. Kepemilikan 
Kepemilikan dalam koperasi jelas yaitu milik bersama, bukan milik perorangan. Sehingga kuncuran dana investor tidak dapat menggeser status kepemilikan kepada pemberi dana. Berapa banyak jumlah startup yang berubah kepemilikan kepada penanam modal? Jawabanya banyak. Kondisi ini tidak dapat terjadi pada startup yang berbasis koperasi

2. Pemodalan  
Modal awal masih menjadi momok yang menantang bagi para founder. Pada sistem koperasi, modal awal dapat dikumpulkan dari setoran awal anggota, sesuai syarat pendirian koperasi, minimum 20 anggota. Tentu saja akan lebih ringan dan mudah jika dibagi-bagi sebanyak jumlah anggota. 

3. Demokrasi dan Kolaborasi 
Milenial terkenal dengan sifat berontak dengan sistem-sistem feodalisme. Mereka lebih menyukai kebebasan berekpresi dan kesetaraan. Bentuk koperasi menjawab keiinginan tersebut karena asas koperasi adalah demokrasi, kesetaraan, dan keadilan bagi seluruh anggotanya. Tidak adanya gap antar anggota memungkinkan muncul sebuah kekuatan kolaborasi yang kuat. Startup berbasis koperasi menjelma menjadi sebuah co-learning space dan co-working space yang nyaman dan produktif. 

4. Dukungan Pemerintah 
Program pemerintah setiap tahunnya selalu ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan koperasi. Seperti kemudahan aspek regulasi dan pemodalan. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM), menciptakan regulasi yang memberi kemudahan dalam menjalankan usaha bagi perkoperasian Indonesia. Dan uniknya koperasi diperingati sebagai hari besar di Indonesia, yaitu Hari Koperasi Nasional yang jatuh pada tanggal 12 Juli. 

Sekali lagi kita tekankan bersama, perekonomian berbasis kerakyatan merupakan jati diri Bangsa Indonesia. Bagi generasi milenial yang bercita-cita mendirikan startup, koperasi dapat menjadi bentuk usaha yang sangat relevan untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan. Kepemilikan bersama dan tujuannya adalah mensejahterakan seluruh anggotanya. Buat para milenial, yuk jangan ragu lagi kita pilih sistem koperasi untuk semua jenis Startup kita. Selamat mencoba dan semoga berhasil! “Makan Coklat sama Maya, Semangat Eaaa!!!”. 


*Tulisan ini dipublish sebagai bentuk partisipasi Kompetisi Karya Blog Praja 2019: Anugerah MIS Group untuk Negeri. Info lebih lanjut tersedia di : https://praja2019.multiintisarana.com/.
 #PRAJA2019 #anugerahMISGroup #koperasi #wirausaha



6 comments:
Write Komentar